Kamis, 28 Oktober 2010

PENYIMPANGAN HUKUM MENDEL

Dalam beberapa kasus, persilangan dengan sifat beda lebih dari satu kadang menghasilkan keturunan dengan perbandingan yang berbeda dengan hukum Mendel. Semisal, dalam suatu persilangan monohibrida (dominan resesif), secara teori, akan didapatkan perbandingan 3:1, sedangakan pada dihibrida didapatkan perbandingan, 9:3:3:1. Namun pada kasus tertentu, hasilnya bisa lain, misal untuk monohibrida bukan 3:1 tapi 1:2:1. Dan pada dihibrida, mungkin kombinasi yang mucul adalah, 9:6:1 atau 15:1. Munculnya perbandingan yang tidak sesuai dengan hukum Mendel ini disebut "Penyimpangan Semu Hukum Mendel", kenapa "Semu", karena prinsip segregasi bebas tetap berlaku, hal ini disebabkan oleh gen-gen yang membawa sifat memiliki ciri tertentu. Penyimpangan hukum Mendel dibagi menjadi tiga; epistasis-hipostasis, kriptomeri, dan polimeri.

Epstasis-Hipostasis
Ketika gandum berkulit hitam disilangkan dengan gandum berkulit kuning, muncul F1 gandum berkulit hitam. Kita dapat menduga bahwa faktor hitam dominan terhadap kuning. Namun pada F2 dihasilkan keturunan dengan perbandingan 12 hitam : 3 kuning : 1 putih. Perbandingan ini berbeda dengan hukum Mendel.

Sebenarnya perbandingan tersebut berasal dari (9+3):3:1. Dari perbandingan ini tampak bahwa persilangan tersebut merupakan persilangan dihibrida. Faktor yang dominan tidak tidak hanya faktor hitam, melainkan juga faktor kuning yang memiliki angka perbandingan 3.

Dengan demikian faktor warna tidak ditentukan oleh satu gen, melainkan oleh dua gen yang lokusnya berbeda. Artinya, gen penentu warna hitam yang dominan berada terpisah dari gen penentu warna kuning yang juga dominan. Tiap-tiap warna memiliki alel tersendiri.

Jika kedua gen yang tidak sealel itu hadir bersama dalam satu individu, maka akan menampilkan fenotipe gen yang menutupi atau menghalangi, yang dikenal sebagai gen epistasis. Jadi, jika faktor hitam dan kuning hadir bersama, fenotipe yang muncul adalah fenotipe hitam. Maka, hitam epistatik terhadap kuning, dan kuning hipostatik terhadap hitam.

Jika di dalam individu hanya ada gen yang ditutup atau dihalangi, maka fenotipe yang muncul adalah fenotipe dari gen yang dihalangi tersebut. Gen ini disebut gen hipostasis. Tak adanya gen dominan dalam pada individu akan memunculkan sifat baru, dalam contoh ini putih.

Kesimpulan mengenai epistasis dan hipostasis adalah sebagai berikut:
Ada dua gen sama-sama dominan dan terletak pada lokus yang berbeda.
Ada gen yang bersifat hipostasis maupun epistasis.
Kehadiran kedua gen dominan tersebut akan memunculkan fenotipe dari gen yang epistasis biasa, dalam contoh diatas hitam.
Kehadiran gen yang hipostasis akan memunculkan fenotipe dari gen hipostasis.
Ketidakhadiran dari kedua gen dominan akan memunculkan fenotipe baru, tidak tampak pada parentalnya.

Contoh:
P : HHkk X hhKK
Gamet : Hk, hK
F1 : HhKk

F1XF1 : HhKk X HhKk
Gamet : HK, Hk, hK, hk

Gamet HK Hk hK hk HK HHKK HHKk HhKK HhKk Hk HHKk HHkk HhKk Hhkk hK HhKK HhKk hhKK hhKk hk HhKk Hhkk hhKk hhkk
Mendeskripsikan Hukum Mendel dan Sistem Persilangan serta Penyimpangan Hukum Mendel

1. Lalat Drosophila melanogaster tubuh abu-abu sayap panjang disilangkan dengan tubuh hitam sayap kisut, ternyata dihasilkan keturunan 49 tubuh abu-abu sayap panjang : 50 tubuh hitam sayap kisut, maka peristiwa di atas menunjukkan telah terjadi…..

a. Crossing over
b. Nondisjuction
c. Terangkai sempurna
d. Pautan sex
e. Gen / alel bebas

Jawaban : D

2. Disilangkan ayam berpial walnut (PPRr) dengan ayam berpial grigi (ppRr). Kemungkinan keturunan yang memiliki fenotif sama dengan induk adalah…

a. 25 %
b. 37,5 %
c. 50 %
d. 75 %
e. 100 %

Jawaban : D

3. Gen-gen yang terapaut kromosom seks X dan baersifat resesif antara lain…

1) Buta warna
2) Muscular distropy
3) Hemofilia
4) Ichtyosis

Jawaban : B (1 dan 3)

4. Anadontia ditentukan oleh gen resesif yang terpaut kromosom x. Penikahan suami istri normal untuk sifat anadontia mempunyai 2 anak perempuan normal dan 1 anak laki-laki anadontia. Dari kasus ini bisa disimpulkan..

a. Ibu homozigot dominan
b. Ibu homozigot resesif
c. Ayah homozigot dominan
d. Ibu carier
e. Ayah carier

Jawaban : B

5. Gen letal adalah yang dalam keadaan homozigot menyebabkan kematian. Pernyataan yang tepat berhubungan dengan gen letal dominan…

a. Terpaut padakromosom kelamin
b. Menyebabkan kematian postnatal
c. Hanya diperoleh dari ayahnya
d. Genotipe geterozigot berfenotip cacat
e. Genotipe homozigot berfenotip normal

Jawaban : E

6. Pindah silang yang terjadi antar kromatid dari kromosom homolognya sering terjadi saat…

a. Profase
b. Metafase
c. Anafase
d. Telofase
e. Interfase

Jawaban : A

7. Bayi penderita erythroblastosis lahir dari pasangan…

a. Ibu Rh negatif ayah Rh negatif
b. Ibu Rh positif ayah Rh positif
c. Ibu Rh negatif ayah Rh Positif
d. Ibu Rh positif ayah Rh negatif
e. Ibu dan ayah yang berbeda Rhesusnya

Jawaban : A

8. Brakidaktili merupakan gen dominan yang letal. Jika seorang wanita menderita Brakidaktili dan buta warna , maka wanita tersebut mewarisi gen…

a. Brakidaktili dari ibu dan buta warna dari ayah
b. Brakidaktili dari ayah dan buta warna dari ibu
c. Brakidaktili dari ayah dan ibunya dan buta warna dari ayah atau ibu
d. Brakidaktili dari ayah atau ibunya dan dan buta warna dari ayah atau ibunya
e. Brakidaktili dan buta warna dari ayah dan ibunya

Jawaban : E

9. Dalam tubuh dan sel kelamin terdapatautosom dan kromosom seks. Pada ovum manusia terdapat…

a. 22 autosom + X
b. 22 autosom + Y
c. 22 autosom + XX
d. 22 autosom + YY
e. 44 autosom + XX

Jawaban : A

10. Apabila terjadi perkawinan antara parental bergolongan darah A heterozigot dengan B heterozigot , maka kemungkinan golongan darah anak – anaknya adalah…

a. A dan B
b. A dan AB
c. AB dan O
d. A,B,AB dan O
e. B dan AB

Jawaban : D

Prediksi Soal SPMB

1. Pada tumbuhan Linnaria marocana berbunga merah disilangka dengan yang berbung ungu tidak akan menghasilkan keturunan yang berbunga putih.

SEBAB

Linnaria marocana berbunga putih hasil interaksi antara gen resesif homozigot a dan b

Jawaban : A ( Pernyataan benar alasan benar)

2. Pasangan suami istri yang mungkin mempunyai anak bergolongan darah A adalah…..

1) A dan B
2) B dan AB
3) A dan O
4) AB dan AB

Jawaban : A (1,2,3,4)

3. Seorang wanita normal memiliki ayah buta warna, menikah dengan pria normal. Kemungkinan keturunannya adalah…

1) 50 % laki – laki bermata normal
2) 50 % wanita normal carier
3) 50 % laki – laki buta warna
4) 25 5 wanita normal homozigot

Jawaban : D ( 4 )

4. Disilangkan gandum hitam (HhKk) dengan gandum kuning (hhKk). Berapa kemungkinan dihasilkan gandum berfenotif putih?

a. 0 %
b. 12,5 %
c. 37,5 %
d. 25 %
e. 50 %

Jawaban : A

5. Pernikahan antra wanita dan laki – laki yang keduanya normal menghasilkan seorand anak laki – laki yang kretinisme dan albino. Dari kasus tersebut dapat disimpulkan bahwa :

a. Gen kretinisme dan albino berasal dari ibu
b. Gen kretinisme berasal dari ayah dan ibunya, gen albino berasal dari ibu
c. Gen kretinisme berasal dari ayah dan ibunya, sedangkan gen albino berasal dari ayahnya
d. Gen kretinisme dan albino berasal dari kedua orang tuanya yang bertindak sebagai carier
e. Gen kretinisme dan albino berasal dari ayah
Dalam percobaan-percobaan genetika, para ahli sering menemukan ratio fenotip yang ganjil, seakan-akan tidak mengikuti hukum Mendel. Misalnya pada perkawinan antara 2 individu dg 2 sifat beda, ternyata ratio fenotip F2 tidak selalu 9:3:3:1. Tetapi sering dijumpai perbandingan-perbandingan 9:7, 12:3:1, 15:1, 9:3:4 dll. Bila diteliti betul-betul angka-angka perbandingan di atas, ternyata juga merupakan penggabungan angka-angka perbandingan Mendel. 9:7 = 9:(3+3+1), 12:3:1 = (9+3):3:1, 15:1 = (9+3+3):1, 9:3:4 = 9:3:(3+1). Oleh sebab itu disebut penyimpangan semu, karena masih mengikuti hukum Mendel.
Penyimpangan semu hukum Mendel : terjadinya suatu kerjasama berbagai sifat yang memberikan fenotip berlainan namun masih mengikuti hukum-hukum perbandingan genotip dari Mendel.
Penyimpangan semu ini terjadi karena adanya 2 pasang gen atau lebih saling mempengaruhi dalam memberikan fenotip pada suatu individu. Peristiwa pengaruh mempengaruhi antara 2 pasang gen atau lebih disebut Interaksi Gen.
Interaksi Gen
Interaksi gen ada 4 macam :
  1. Komplementer
  2. Kriptomeri
  3. Epistasis – Hipostasis
  4. Polimeri
ad. 1. Komplementer
Adalah peristiwa dimana 2 gen dominan saling mempengaruhi atau melengkapi dalam mengekspresikan suatu sifat.
Conoth :
C = gen penumbuh bahan mentah pigmen
c = gen tdk mampu menumbuhkan bahan mentah pigmen
R = gen penumbuh enzim pigmentasi kulit
r = gen tdk mampu menumbuhkan enzim pigmentasi kulit
P          CCRR   x    ccrr
        (berwarna)   (tdk berwarna)
F1        CcRr  –> berwarna
P2       CcRr  x   CcRr
Gamet CR, Cr, cR, cr
F2        1CCRR  -->  berwarna
            2CCRr   -->  berwarna
            2CcRR   -->  berwarna
            4CcRr    -->  berwarna
            1CCrr    -->  tidak berwarna
            2Ccrr     -->  tidak berwarna
            1ccRR    -->  tidak berwarna
            2ccRr    -->  tidak berwarna
            1ccrr    -->  tidak berwarna
Fenotip : berwarna dan tidak berwarna
Ratio fenotip :  9 : 7
- berwarna            = 1+2+2+4 = 9
- tidak berwarna    = 1+2+1+2+1 = 7
Ad. 2. Kriptomeri
Adalah peristiwa dimana suatu faktor dominan baru nampak pengaruhnya bila bertemu dg faktor dominan lain yang bukan alelanya. Faktor dominan ini seolah-olah sembunyi (kriptos)
Contoh :  Misalnya Linaria maroccana biru (AaBb) disilangkan dg Linaria maroccana merah (Aabb), sedangkan gen A adalah untuk antosianin dan gen B untuk sifat basa.
Jika  2 gen dominan A dan B maka berwarna biru
        1 gen dominan A maka berwarna merah
        1 gen dominan B atau A dan B tidak ada maka berwarna putih
Ad. 3. Epistasis dan Hipostasis
Adalah peristiwa dimana 2 faktor yang bukan pasangan alelanya dapat mempengaruhi bagian yang sama dari suatu organisme.
Epistasis = sifat yang menutupi
  • Epistasis dominan = bila faktor yang menutupi adalah gen dominan
  • Epistasis resesif     = bila faktor yang menutupi adalah gen resesif
Hipostasis = sifat yang ditutupi
Ad. 4. Polimeri
Adalah peristiwa dimana beberapa sifat beda yang berdiri sendiri-sendiri mempengaruhi bagian yang sama dari suatu individu.


ALUMUNIUM



1.      Aluminium (Al)
Aluminium adalah logam yang terbanyak di dunia. Logam ini merupakan 8% dari bagian kerak bumi. Logam aluminium pertama kali dibuat dalam bentuk murni oleh Oersted, pada tahun 1825, melalui pemanasan amonium klorida dengan amalgam kalium raksa. Pada tahun 1854, Henri Sainte dan Claire Deville membuat aluminium dari natrium aluminium klorida dengan cara memanaskannya dengan logam natrium. Pada tahun 1886, Charles Hall mulai memproduksi aluminium dengan proses skala besar seperti sekarang, yaitu melalui elektrolisis alumina di dalam kriolit lebur. Pada tahun itu pula Paul Herault mendapat paten Perancis untuk proses serupa dengan proses Hall. 
Kombinasi sifat yang ringan dan kuat, membuat aluminium cocok untuk berbagai penggunaan. Dengan berat yang sama, aluminium mempunyai konduktivitas dua kali lebih baik dari tembaga, dan keuletannya (ductility) pun tinggi pada suhu tinggi. Aluminium biasa dipadukan dengan logam seperti tembaga, magnesium, seng, silikon, krom, dan mangan sehingga kemanfaatannya pun lebih banyak lagi. Logam aluminium atau paduannya (alloy), terutama paduannya dengan magnesium, banyak digunakan dalam struktur pesawat terbang, mobil, truk, dan gerbong kereta api, dll. Bila digunakan dengan baik, aluminium tahan korosi.
Logam aluminium dibuat melalui reduksi elektrolitik alumina murni (Al2O3) di dalam penangas kriolit lebur. Alumina tidak dapat direduksi dengan karbon, karena adanya pembentukan Al4C3 (aluminium karbida), dan reaksi balik antara uap aluminium dengan CO2 di dalam kondensor akan menyebabkan terjadinya pembentukan aluminium oksida sebagaimana semula. Perubahan entalpi yang terjadi dalam reaksi itu adalah sebagai berikut:
Al2O3 + 1,5C --> 2Al + 1,5CO2

Karbon yang diperlukan untuk reduksi berasal dari anode dan untuk itu diperlukan antara 0,5 sampai 0,6 kg karbon per kilogram logam. Walaupun secara teoritis yang diperlukan sebetulnya hanyalah 0,33 kg, namun karena karbon dioksida yang keluar itu mengandung 10% sampai 15% karbon monoksida (CO), maka jumlah yang diperlukan dalam praktik tentu lebih besar. Langkah-langkah pembuatan logam aluminium adalah sebagai berikut. 
1. Pasang atau ganti pelapis sel
2. Buat anode karbon dan gunakan di dalam sel
3. Siapkan penangas kriolit dan kendalikan komposisinya
4. Larutkan alumina di dalam kriolit lebur
5. Larutan alumina dielektrolisis sehingga membentuk aluminium logam yang bertindak sebagai katode.
6. Karbon elektrode teroksidasi oleh oksigen yang dibebaskan
7. Aluminium cair dialirkan keluar dari sel, dipadu (bila perlu), dicetak menjadi 
logam batangan dan didinginkan.
Sel elektrolit berbentuk kotak baja besar. Di dalamnya terdapat kompartemen katode yang dilapisi dengan campuran pitch dan batubara antrasit atau dengan kokas yang dipanggang di tempat dengan bantuan arus listrik, atau dengan blok-blok katode yang telah dipanggang dan kemudian disemenkan satu sama lain. Lubang kompartemen katode itu mempunyai kedalaman 30 sampai 50 cm, dengan lebar mencapai 3 m dan panjang 9 m bergantung pada jenis sel dan beban yang direncanakan. Tebal pelapis berkisar antara 15 sampai 25 cm pada bagian sisi dan 26 sampai 46 cm pada bagian dasar. Di antara dinding baja dan pelapis dipasang isolasi termal yang terdiri dari baja tahan panas, blok asbes, atau bahan lain. Pada pelapis bagian dasar dipasang batangan baja besar yang berfungsi sebagai pengumpul arus katode. Batangan ini menjulur keluar melalui lubang pada kotak baja dan dihubungkan dengan batangan pengantar katode. Pelapis sel biasanya tahan 2 sampai 4 tahun. Kerusakan biasanya terjadi karena penyusupan logam melalui katode sehingga melarutkannya atau karena penetrasi logam keluar dari kotak baja melalui kebocoran di sekitar kolektor arus. Keseluruhan pelapis, isolasi dan kolektor itu kemudian diganti. Pelapisan kembali kotak sel merupakan sebagian besar dari biaya produksi dan di sini tercakup bukan saja tenaga kerja, kolektor, pelapis dan bahan isolasi, tetapi juga kehilangan bahan elektrolit yang diserap oleh pelapis yang terpakai. Gambar skematik penampang penangas reduksi aluminium ditunjukkan seperti gambar berikut ini
Selama beroperasinya sel, terjadi pembentukan kerak di atas permukaan penangas lebur. Alumina ditambahkan ke atas kerak ini, dimana alumina mengalami pemanasan dan melepaskan kandungan airnya. Kerak ini dipecahkan secara berkala dan alumina diaduk ke dalam penangas agar konsentrasinya tetap berada di sekitar 2% sampai 6%. Kebutuhan teoristis alumina adalah 1,89 kg per kilogram aluminium. Tetapi dalam praktik, angkanya kira-kira 1,91 kg. Bilamana kadar alumina di dalam penangas berkurang, dan efek anode berlangsung, maka pada anode terbentuk suatu lapisan tipis karbon tetrafluorida dan penangas tidak dapat lagi membasahi permukaan anode. Mengenai mekanisme yang sebenarnya terjadi dari pelarutan alumina di dalam penangas dan bagaimana mekanisme dekomposisi elektrolitiknya masih belum jelas. Tetapi hasil akhirnya adalah pembebasan oksigen pada anode dan pengendapan logam aluminium pada katode. Oksigen bergabung dengan anode karbon dan menghasilkan CO dan CO2, tetapi yang terbanyak adalah CO2.

PEMBUATAN UNSUR ALUMUNIUM

Aluminium merupakan unsur yang tergolong melimpah di kulit bumi. Mineral yang menjadi sumber komersial aluminium adalah bauksit. Bauksit mengandung aluminium dalam bentuk aluminium oksida (Al2O3). Pengolahan aluminium menjadi aluminium murni dapat dilakukan melalui dua tahap yaitu:
1. Tahap pemurnian bauksit sehingga diperoleh aluminium oksida murni (alumina)
2. Tahap peleburan alumina
Tahap pemurnian bauksit dilakukan untuk menghilangkan pengotor utama dalam bauksit. Pengotor utama bauksit biasanya terdiri dari SiO2, Fe2O3, dan TiO2. Caranya adalah dengan melarutkan bauksit dalam larutan natrium hidroksida (NaOH),
Al2O3 (s) + 2NaOH (aq) + 3H2O(l) ---> 2NaAl(OH)4(aq)
Aluminium oksida larut dalam NaOH sedangkan pengotornya tidak larut. Pengotor-pengotor dapat dipisahkan melalui proses penyaringan. Selanjutnya aluminium diendapkan dari filtratnya dengan cara mengalirkan gas CO2 dan pengenceran.
2NaAl(OH)4(aq) + CO2(g) ---> 2Al(OH)3(s) + Na2CO3(aq) + H2O(l)
Endapan aluminium hidroksida disaring,dikeringkan lalu dipanaskan sehingga diperoleh aluminium oksida murni (Al2O3)
2Al(OH)3(s) ---> Al2O3(s) + 3H2O(g)
Selanjutnya adalah tahap peleburan alumina dengan cara reduksi melalui proses elektrolisis menurut proses Hall-Heroult.
Dalam proses Hall-Heroult, aluminum oksida dilarutkan dalam lelehan kriolit (Na3AlF6) dalam bejana baja berlapis grafit yang sekaligus berfungsi sebagai katode. Selanjutnya elektrolisis dilakukan pada suhu 950 oC. Sebagai anode digunakan batang grafit.
Sumber: www.ibchem.com
Dalam proses elektrolisis dihasilkan aluminium di katode dan di anode terbentuk gas O2 dan CO2
Al2O3(l) ---> 2Al3+(l) + 3O2-(l)
Katode : Al3+(l) + 3e ---> Al(l)
Anode : 2O2-(l) ---> O2(g) + 4 e
C(s) + 2O2-(l) ---> CO2(g) + 4e

Kegunaan
Sama ada dikira dari segi kuantiti atau nilai, penggunaan aluminium mengatasi kesemua logam kecuali besi, dan ia amatlah penting dalam hampir semua bahagian dalam ekonomi dunia.
Aluminium tulen mempunyai kekuatan tegangan yang rendah, tetapi sedia untuk membentuk aloi bersama dengan banyak unsur seperti tembaga, zink, magnesium, mangan dan silikon (contohnya, duralumin). Pada masa kini, hampir semua bahan yang dianggap aluminium adalah sebenarnya sejenis aloi aluminium. Aluminium tulen hanya ditemui apabila daya tahan kakisan adalah lebih penting daripada kekuatan atau kekerasan. Sedemikian juga, istilah "aloi" dalam penggunaan umum masa kini biasanya membawa maksud aloi aluminium.
Apabila digabung secara proses termomekanikal, aloi aluminium menunjukkan peningkatan memberangsangkan dari segi sifat mekanikal. Aloi aluminium membentuk komponen penting dalam pesawat udara danroket oleh sebab nisbah kekuatan kepada beratnya.
Apabila aluminium mengewap dalam vakum (hampagas) ia membentuk sejenis salutan yang memantul kedua-dua cahaya tampak dan inframerah. Salutan ini membentuk satu lapisan pelindung yang nipis iaitu aluminium oksida yang tidak merosot seperti apa yang terjadi pada salutan perak. Lebih terperinci, hampir semua cermin masa kini diperbuat daripada salutan pemantul nipis aluminium yang diletakkan di belakang permukaan sekeping kaca apung. Cermin teleskop juga disaluti satu lapisan nipis aluminium, tetapi disalut pada bahagian hadapan untuk mengelakkan pantulan dalaman, sungguhpun tindakan sedemikian akan menyebabkan permukaan lebih mudah terdedah kepada kerosakan.

Sebahagian daripada kegunaan-kegunaan aluminium dalam:
§  Pengangkutan (kenderaankapal terbangjenterakenderaan landasan, kapal laut, dsb.)
§  Pembungkusan (tin aluminumkerajang aluminium, dsb.)
§  Rawatan air
§  Pembinaan (tingkappintu, sisian, dawai binaan, dsb.
§  Barangan pengguna tahan lama (perkakas, peralatan dapur, dsb.)
§  Talian penghantaran elektrik (berat pengalir aluminium adalah setengah daripada berat tembaga dengan kekonduksian yang sama dan lebih murah [1])
§  Jentera
§  besi waja MKM dan magnet Alnico, sungguhpun aluminium secara sendirinya adalah tidak bermagnet
§  Aluminium ketulenan unggul (SPA, 99.980% to 99.999% Al), digunakan dalam elektronik dan cakera padat.
§  Serbuk aluminium, agen pemperakan yang biasa digunakan dalam cat. Serpihan aluminium juga dimasukkan dalam cat alas, terutamanya kayu cat penyebu — semasa pengeringan, serpihan akan bertindan lalu membentuk lapisan kalis air.
§  Aluminium beranod adalah lebih stabil kepada pengoksidaan lanjut, dan digunakan dalam pelbagai bidang pembinaan.
§  Kebanyakan penenggelam haba komputer moden dalam unit pemprosesan pusat adalah diperbuat daripada aluminium kerana ia mudah diperbuat dan mempunyai kekonduksian haba yang baik. Penenggelam haba tembaga adalah lebih kecil tetapi adalah lebih mahal dan sukar untuk dikilangkan.
Aluminium oksida, alumina, dijumpai secara semulajadi dalam korundum (delima dan nilam), emeri, dan digunakan dalam pembuatan kaca. Delima dan nilam sintetik digunakan dalam laser untuk penghasilan cahaya koheren.
Aluminium teroksida dengan sangat bertenaga dan ini menyebabkannya digunakan dalam bahan api pepejal rokettermit, dan lain-lain komposisi piroteknik.
Aluminium juga adalah sejenis superkonduktor, dengan suhu genting superkonduktor 1.2 kelvin.
Kegunaan kejuruteraan
Aloi aluminium mempunyai bermacam-macam sifat dan adalah digunakan dalam struktur kejuruteraan. Sistem aloi dikelaskan menggunakan sistem nombor (ANSI) atau menggunakan nama untuk menunjukkan juzuk pengaloian utama (DIN dan ISO). Memilih aloi yang sesuai untuk aplikasi yang diberikan melibatkan pertimbangan antara lainnya, kekuatan, kemuluran, kebolehbentukan, kebolehkimpalan dan rintangankakisan.
Penggunaan aluminium yang kurang sesuai boleh mengakibatkan masalah, terutamanya berbanding dengan besi atau keluli, yang pada luarnya tampak lebih baik dari segi sifat, yang dianggap oleh pereka gerak hati, mekanik dan juruteknik. Pengurangan sebanyak dua pertiga berat bagi sebuah alat aluminium berbanding dengan alat besi dan keluli dengan saiz yang sama nampak agak menarik, akan tetapi ia haruslah mengambil kira pengurangan dua pertiga dari segi kekukuhan alat tersebut. Oleh itu, walaupun penggantian terus alat daripada besi atau keluli dengan pendua daripada aluminium mungkin masih dapat membekalkan kekuatan yang boleh diterima untuk menahan bebanan puncak, namun kebolehlenturan yang juga meningkat akan menyebabkan tiga kali lebih pemesongan pada alat tersebut.
Sekiranya kegagalan bukan menjadi masalah tetapi kelenturan berlebihan tidak dikehendaki kerana keperluan dalam kejituan kedudukan atau kecekapan dalam penghantaran kuasa, penggantian ringkas tiub atau saluran keluli menggunakan saluran aluminium sama saiz akan mengakibatkan darjah kelenturan yang tidak dikehendaki; sebagai contoh, kelenturan yang meningkat oleh bebanan kendalian yang diakibatkan oleh penggantian kerangka tiub keluli pada basikal dengan tiub aluminium berdimensi sama akan menyebabkan salah jajaran pada rangkaian kuasa dan juga penyerapan daya pengendalian. Jika ketegaran ditingkatkan melalui penebalan dinding tiub, ini akan meningkatkan berat pada kadar terus, dan ini akan menghilangkan kelebihan dalam keringanan alat apabila ketegaran dipulihkan semula.
Aluminium paling baik digunakan dengan mereka semula alat supaya sifat-sifat disesuaikan dengan penggunaan; sebagai contoh membuat basikal menggunakan tiub aluminium dengan diameter (ukur lilit) berukuran lebih besar, bukan dengan menebalkan dindingnya. Dengan cara ini, ketegaran boleh dipulihkan atau juga diperbaiki tanpa meningkatkan berat. Had proses ini ialah peningkatan dalam kerentanan kegagalan secara lengkok, di mana sisihan daya dari mana-mana arah selain daripada arah menerusi paksi tiub menyebabkan perlipatan dinding tiub.
Model terbaru kereta Corvette, antara lainnya, adalah contoh baik dalam perekaan semula alat untuk memanfaatkan kelebihan sifat aluminium. Anggota casis dan alat-alat ampaian buatan aluminium dalam kereta mempunyai dimensi keseluruhan yang besar untuk mencapai ketegaran tetapi diringankan dengan mengurangkan keluasan keratan rentas dan mengeluarkan logam-logam yang tidak diperlukan; dan hasilnya, ia bukan sahaja sama atau lebih tahan lama dan tegar daripada alat buatan keluli, malahan ia memiliki ciri-ciri bergaya yang disukai ramai. Sedemikian juga, kerangka basikal aluminium boleh direka secara optimum untuk membekalkan ketegaran apabila diperlukan, tetapi juga mempunyai kelenturan dari segi menyerap kejutan akibat hentakan pada jalan dan tidak menyampainya pada penunggang.
Kekuatan dan ketahanan aluminium berubah-ubah, bukan sahaja kerana komponen aloi-aloi tertentu, tetapi juga kerana proses pembuatan yang tertentu; dan disebabkan ini, ia dari semasa ke semasa telah memperolehi reputasi yang buruk. Misalnya, kekerapan tinggi kegagalan dalam kebanyakan kerangka basikal aluminium pada tahun 1970-an telah memburukkan reputasinya; tetapi jika direnung kembali, penggunaan komponen aluminium yang meluas dalam industri aeroangkasa dan kereta berprestasi tinggi, di mana tegasan tinggi ditempuhi dengan kadar kegagalan yang amat rendah, membuktikan bahawa komponen basikal buatan aluminium yang didirikan secara sempurna adalah sepatutnya amat baik.
Demikian juga, penggunaan aluminium dalam kereta, khususnya bahagian enjin yang perlu menahan keadaan yang lampau, telah menjadi semakin maju dengan masa. Seorang jurutera Audi mengulas mengenai enjin V12, yang menghasilkan lebih daripada 500 kuasa kuda (370 kW) dalam perlumbaan kereta Auto Union pada tahun 1930-an yang baru-baru ini dibina kembali oleh kilang Audi, bahawa aloi aluminium yang digunakan untuk membina enjin tersebut pada hari ini hanya digunakan untuk perabot halaman rumah dan alat-alat sedemikian. Malahkepala silinder dan kotak engkol Corvair, yang dibina seawal tahun 1960-an, telah memperoleh reputasi kegagalan dan penanggalan ulir pada lubang, malah sebesar lubang palam pencucuh, yang pada masa kini tidak lagi dikesani pada kepala silinder buatan aluminium.
Selalunya, kepekaan aluminium terhadap haba juga harus diambil kira. Malahan tatacara bengkel melibatkan pemanasan yang secara relatifnya agak rutin pun adalah disulitkan dengan kenyataan bahawa aluminium akan melebur tanpa bertukar menjadi merah terlebih dahulu, berbeza daripada keluli. Oleh itu, pengendalian pembentukan di mana penunu hembus digunakan akan memerlukan kepakaran kerana tidak terdapatnya tanda-tanda yang boleh dilihat yang akan memberi petunjuk bahawa bahan akan melebur. Aluminium juga akan mengumpul tegasan dan keterikan dalaman dalam keadaan lampau panas; walaupun tidaklah terus-menerus menjadi nyata, kecenderungan logam untuk merayap pada tegasan yang berkekalan mengakibatkan herotan pada tempoh berpanjangan. Contohnya peledingan atau peretakan yang biasa dilihat pada kepala silinder kereta buatan aluminium setelah enjin terlebih panas, kadang-kala setelah bertahun-tahun kemudian, ataupun kecenderungan kerangka aluminium basikal yang dikimpal untuk terpiuh keluar daripada jajaran oleh sebab tegasan yang terkumpul semasa proses kimpalan. Oleh sebab itu, kebanyakan penggunaan aluminium dalam industri aeroangkasa akan mengelakkan haba secara seluruhnya, iaitu dengan menggabungkan anggota menggunakan pelekat; ini juga digunakan dalam kebanyakan kerangka basikal aluminium pada tahun 1970-an, dengan akibat buruk apabila tiub aluminium terkakis sedikit, lalu melonggarkan ikatan pelekat, menjurus kepada kegagalan kerangka. Tegasan akibat pemanasan berlebihan aluminium boleh dipulihkan dengan mengolah haba pada anggota-anggota, dalam ketuhar dan perlahan-lahan menyejukannya, kesannya ialah penyepuhlindapan tegasan tersebut; tetapi boleh juga mengakibatkan sebahagian anggota menjadi terherot akibat tegasan-tegasan ini, dan oleh itu pengolahan haba kerangka basikal terkimpal, akan menyebabkan kebanyakkan bahagian tersalah jajar. Jika salah jajaran menjadi terlalu teruk, ia bolehlah dibentuk semula mengikut jajaran setelah disejukkan tanpa apa-apa kesan buruk.
Pendawaian rumah
Oleh kerana kekonduksian tinggi dan harga rendah berbanding dengan tembaga, aluminium diperkenalkan dalam pendawaian elektrik perumahan secara besar-besaran di Amerika Syarikat pada tahun 1960-an. Malangnya, kebanyakan lekapan pendawaian pada masa itu bukannya direka untuk wayar aluminium. Lebih khusus lagi:
§  Pekali pengembangan terma aluminium yang lebih besar, menyebabkan dawai untuk mengembang dan mengecut relatif dengan penyambung skru logam yang tidak sama, lama-kelamaan melonggarkan penyambungan tersebut.
§  Aluminium tulen mempunyai kecenderungan untuk "merayap" pada tekanan yang dikekalkan mantap (meningkat pada kadar lebih tinggi apabila suhu meningkat), dan menghasilkan darjah kelonggaran pada penyambung yang awalnya ketat.
§  Karatan galvani daripada logam yang berlainan meningkatkan rintangan elektrik pada penyambung.
Secara keseluruhan, sifat-sifat ini menyebabkan penyambungan antara pelekap elektrik dan dawai aluminium menjadi terlampau panas dan boleh mengakibatkan kebakaran. Natijahnya, dawai perumahan aluminium tidak mendapat sambutan ramai, dan dalam kebanyakan bidang kuasa undang-undang ia tidak dibenarkan dalam saiz yang kecil untuk pembinaan baru. Akan tetapi, dawai aluminium boleh digunakan dengan selamatnya dengan pelekap yang direka khas untuk mengelakkan pelonggaran dan pemanasan lampau. Pelekap lama jenis ini ditandai "Al/Cu", manakala yang lebih baru mempunyai tanda "CO/ALR". Jika tidak bertanda, maka pendawaian aluminium bolehlah ditamatkan dengan mencerutnya menjadi pengalir liut pendek dawai tembaga, yang boleh diperlakukan seperti lain-lain dawai tembaga. Kerinting yang dihasilkan sewajarnya, memerlukan tekanan tinggi yang dihasilkan oleh alat tukang yang sesuai, adalah cukup ketat bukan sahaja untuk menyingkirkan pengembangan terma aluminium, tetapi juga untuk mengekang oksigen atmosfera dan seterusnya mengelakkan kakisan antara logam-logan berlainan. Aloi baru yang digunakan untuk dawai binaan aluminium pada masa kini, adalah bersama dengan penamat-penamat aluminium. Penyambungan yang dihasilkan dengan bahan-bahan keluaran industri piawai ini adalah selamat dan boleh percaya sama seperti penyambung tembaga.
Gas Unsur
Nama unsur
Manfaat
Dampak
Sumber
Gas Mulia
Neon (Ne)
Gas pengisi Lampu
Pemanasan Global
Wikipedia

Argon (Ar)
Pengisi tabung pamadan  kebakaran
Pemanasan global warming
Wikipedia

Helium (He)
Sebagai pendingin reaktor nuklir
Pemanasan global
Wikipedia

Radon (Rn)
digunakan oleh beberapa rumah sakit untuk kegunaan terapeutik
Pemanasan global
Wikipedia

 Xenon (Xe)
Sebagai pengisi bola lampu blitz pd kamera
Pemanasan global
Wikipedia

Kripton (Kr)
Sebagai pengisi bola lampu blitz pd kamera
Pemanasan global
Chem-is-try.org
Halogen
NaCl
Pengawet, mencairkan salju di jalan
Pemborosan uang damapak ekonomi
Chem-is-try.org

Flourun (F)
Sebagai insulator

Chem-is-try.org

 Klorin (C)
Sebagai garam dapur
Bumbu dapur
Chem-is-try.org

Bromin  (Br)
Sebagai obat penenang saraf

Chem-is-try.org

Senyawa  2 dr Cl
Kaporit sbg serbuk pemutih
Gas yang yang berbahaya
Edukasi net

Yodium (I)
Sebagai obat antiseptic

Wikipedia
Alkali
Na, K
Kembang api
Penyebab kebakaran
Wikipedia

Al
Peralatan rumah tangga
limbah
Wikipedia
Almunium Sulfat
Al2(SO4)
Untuk mempercepat koagulasi lumpur koloid

Buku Kimia 3 Erlangga
Alumina
Al2O3
Untuk pembuat pasta gigi
Email gigi menjadi rusak
Buku Kimia 3 Erlangga
Natrium Karbonat
Na2CO3
Pembuatan kaca bejana, bahan pelunak air
Pencemaran air, dan limbaj
Buku Kimia 3 Erlangga
Natrium Bikarbont
NaHCO3
Soda kue, pengembanagan adonan
Pemakaian berlebihan menyebabkan radang tenggorokkan
Buku Kimia 3 Erlangga
Natruim Klorida
NaCL
Industry susu/bahan pengawet ikan dan daging
Limbah, dan pencemaran
Buku Kimia 3 Erlangga
Natrium Sulfat
Na2SO4
Melarutkan lignin dari kayu, dan pembuat kertas
limbah
Buku Kimia 3 Erlangga
Natrium Hidroksida
NaOH
Industry sabun, detergen, pulp, kertas
Limbah, pencemaran air
Buku Kimia 3 Erlangga

Linium (Li)
Sebagai bahan pembuat baterai
Penyebab limbah
Wikipedia
Alkali tanah
 Berilium (Be)
Sebagai sambungan listrik
Penyebab kebakaran
Chem-is-try.org

Magnesium (Mg)
Sebagai pembuatan logam
Penyebab Limbah
Chem-is-try.org

Kalsium (Ca)
Sebagai bahan pelapis kertas
Penyebab Limbah
Wikipedia

Strosium (Sr)
Sebagai bahan kembang api
Penyebab  kebakaran
Edukasi net
Karbon
Karbon dioksida (CO2)
Produksi pupuk urea dan pembuatan alkohol
Jika berlebih menyebabkan orang pingsan
Buku Kimia 3 Erlangga
Karbon
Karbon Monoksida (CO)
Sebagai bahan baku untuk membuat methanol
Menghalangi darah mengikat/ membawa Oksigen
Buku Kimia 3 Erlangga
Silikon
SiO2
Untuk membuat transistor, chips komnputer, keramik/ porselin/semen, kosmetik
Kanker
Buku Kimia 3 Erlangga
Nitrogen
N
Untuk membuat NH3, untuk gas pendingin suhu
Pencemaran udara, kulit menjadi kering
Buku Kimia 3 Erlangga

Amonia
Pembuat pupuk urea
kanker
Buku Kimia 3 Erlangga
Besi
Fe
Membuat baja
limbah
Buku Kimia 3 Erlangga
Timah

Membuat kaleng susu dsb
Limbah organik
Buku Kimia 3 Erlangga
Oksigen
O2
Untuk industry baja, pernafasan,
Pencemaran  udara
Buku Kimia 3 Erlangga
Belerang
Asam Sulfat H2SO4
Industri zat warna, obat-obatan, pemurnian minyak bumi
Limbah
Buku Kimia 3 Erlangga